Abdurrahman
al-Khazini hidup pada abad ke-12 M. Ia adalah ilmuwan yang menemukan
berbagai teori penting dalam sains. Temuan ilmuwan kelahiran Bizantium
ini antara lain: metode ilmiah eksperimental dalam mekanik; perbedaan
daya, masa dan berat; jarak gravitasi; serta energi potensial gravitasi.
Sumbangan penting Al-Khazini dalam bidang
fisika terangkum dalam kitab Mizan al-Hikmah yang ditulisnya pada tahun
1121. Dalam buku ini ia menjelaskan tentang teori keseimbangan
hidrostatika.Teori ini telah mendorong penciptaan peralatan ilmiah. Tak
mengherankan jika Robert E. Hall dalam tulisan bertajuk ”Al-Khazini”
yang dimuat dalam A Dictionary of Scientific Biography Volume VII (1973)
menyebutkan, ”Al-Khazini adalah salah seorang saintis terbesar
sepanjang masa.” Sedangkan editor Dictionary of Scientific
Bibliography, Charles C. Jilispe, menjuluki Al-Khazini sebagai
”Fisikawan terbesar sepanjang sejarah.”
Dalam bukunya, Al-Khazini menerangkan
prinsip keseimbangan hidrostatika dengan tingkat ketelitian obyek sampai
ukuran mikrogram (10?6 gr). Tingkat ketelitian seperti ini, menurut K.
Ajram dalam The Miracle of Islamic Science, baru dapat tercapai pada
abad ke-20 M.
Al-Khazini juga menjelaskan definisi
”berat”. Menurutnya, berat merupakan gaya yang inheren dalam benda-benda
padat yang menyebabkan mereka bergerak dalam satu garis lurus terhadap
pusat bumi (gravitasi) dan terhadap pusat benda itu sendiri. Besaran
gaya ini tergantung dari kerapatan benda.
Ia juga menerangkan pengaruh suhu
(temperatur) terhadap kerapatan benda. Hal ini ia lakukan sebelum Roger
Bacon menemukan dan membuktikan suatu hipotesis tentang kerapatan air
saat ia berada dekat pusat bumi.
Sebagaimana para ilmuwan Muslim lainnya
yang hidup di era keemasan Islam, Al-Khazini merupakan ilmuwan
multidisiplin. Selain pakar fisika, ia juga ahli di bidang biologi,
kimia, matematika, astronomi, dan filsafat.
Al-Khazini, dan para ilmuwan Muslim
lainnya, telah melahirkan ilmu gravitasi yang kemudian berkembang di
Eropa. Al-Khazini juga telah berjasa meletakkan fondasi bagi
pengembangan mekanika klasik di era Renaisans Eropa. Inilah salah satu
bukti betapa para ilmuwan Muslim telah memberi kontribusi yang luar
biasa bagi peradaban dunia.







0 komentar:
Posting Komentar