Minggu, 02 Juni 2013

Pembiasan Pada Prisma

Prisma juga merupakan benda bening yang terbuat dari kaca, kegunaannya antara lain untuk mengarahkan berkas sinar, mengubah dan membalik letak bayangan serta menguraikan cahaya putih menjadi warna spektrum (warna pelangi).
Cahaya dari udara memasuki salah satu bidang pembias prisma akan dibiaskan dan pada saat meninggalkan bidang pembias lainnya ke udara juga dibiaskan.
Gambar 24. Sebuah prisma kaca dibatasi oleh dua segitiga dan tiga segiempat
clip_image002
Rumus sudut puncak/pembias : clip_image004
Sedangkan rumus sudut deviasi : clip_image006
pada bidang pembias I : clip_image008
pada bidang pembias II : clip_image010
Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk oleh perpanjangan sinar datang dan sinar bias prisma.
Pada saat i1 = r2 dan r1 = i2, sudut deviasi menjadi sekecil-kecilnya disebut sudut Deviasi Minimum (clip_image012m).
Menentukan persamaan sudut deviasi minimum.
Karena i1 = r2 clip_image006[1]
clip_image015
clip_image017
dan r1 = i2 clip_image004[1]
clip_image020
clip_image022 ® clip_image024
sehingga : clip_image026
clip_image028
untuk prisma dengan sudut pembias clip_image030 ≤ 150, sudut deviasi minimum ditentukan tersendiri. Karena sudut deviasi menjadi sangat kecil (δm) sehingga nilai sin α = α. Akibatnya persamaan Hukum Snellius di atas berubah dari,
clip_image032
clip_image034
clip_image036
clip_image038
clip_image040
Contoh :
1. Sebuah prisma dengan sudut pembias 600 mempunyai indeks bias 1,67. Hitung
a. Sudut deviasinya jika sudut datangnya 600.
b. Sudut deviasi minimum
c. Sudut deviasi minimum jika sudut pembias prisma 100.
Penyelesaian
β = 60o a) d = …. ? i1 = 60o
n2 = 1,67 b) dm = …. ?
n1 = 1 c) dm = …. ? β = 10o
Jawab :
a) d = i1 + r2 – β β = i2 + r1
= 60o + 53,28 – 60o 60o = i2 + 31,23o
d = 53,28o i2 = 60o – 31,23o
i2 = 28,77o
clip_image042 = clip_image044
clip_image046 = clip_image048
clip_image050 = 1,67
sin r1 = clip_image052
sin r1 = 0,518
r1 = 31,23o
clip_image054 = clip_image044[1]
clip_image056 = clip_image058
clip_image060 = clip_image058[1]
sin r2 = 0,48 . 1,67
sin r2 = 0,8016
r2 = 53,28o
b) clip_image063 = clip_image044[2]
clip_image065 = clip_image044[3] . sin clip_image067
clip_image069 = clip_image071 . sin clip_image073
clip_image069[1] = 1,67 . sin 30o
clip_image069[2] = 1,67 . 0,5
clip_image069[3] = 0,835
clip_image075 = 56,615o
dm + 60o = 2 . 56,615o
dm = 113,23o – 60o
dm = 53,23o
c) β = 10o → dm = clip_image077β
dm = clip_image079β
dm = clip_image08110o = 0,67 . 10 = 6,7o
2. Sebuah prisma (np = 1,50) mempunyai sudut pembias β = 10°. Tentukan deviasi minimum pada prisma tersebut!
Penyelesaian:
Karena sudut pembiasnya β < 15° gunakan persamaan deviasi minimum
dm = (n21– 1). β
Diketahui : n1 = nu = 1

n2 = np = 1,50

β  = 10°
Ditanya : dm = ?
Jawab :
dm = (n21– 1) β
= clip_image077[1] β
= (1,5 – 1) 10°
dm = 5°.

Pembiasan Pada Kaca Plan Paralel

Pembiasan cahaya berarti pembelokan arah rambat cahaya saat melewati bidang batas dua medium bening yang berbeda indeks biasnya. Pada Hukum I Snellius berbunyi, “sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar. Sedangkan Hukum II Snellius berbunyi, “jika sinar datang dari medium renggang ke medium rapat (misalnya dari udara ke air atau dari udara ke kaca), maka sinar dibelokkan mendekati garis normal. Jika sebaliknya, sinar datang dari medium rapat ke medium renggang (misalnya dari air ke udara) maka sinar dibelokkan menjauhi garis normal”. Contoh penerapan Hukum Snellius, misalkan pada cahaya yang merambat dari medium 1 dengan kecepatan v1 dan sudut datang i menuju ke medium 2. Saat di medium 2 kecepatan cahaya berubah menjadi v2 dan cahaya dibiaskan dengan sudut bias r seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini :

Pada contoh di atas, terlihat bahwa sinar datang (i) > sinar bias (r) atau dengan kata lain sinar bias mendekati garis normal, terjadi ketika sinar menembus batas bidang dari medium renggang ke medium rapat. Bila sinar berasal dari sebaliknya, yakni dari medium rapat ke medium rengang, maka sinar menjauhi garis normal (i < r) dan terjadi pemendekan semu. Bila sudut datang terus diperbesar, maka tidak ada lagi cahaya yang dibiaskan, sebab seluruhnya akan dipantulkan. Sudut datang pada saat sudut biasnya mencapai 90°, dimana sudut ini ini disebut sudut kritis (saat sin r = sin 90 = 1).
Kaca plan paralel atau balok kaca adalah keping kaca tiga dimensi yang kedua sisinya dibuat sejajar
Persamaan pergeseran sinar pada balok kaca :
Keterangan :
d : tebal balok kaca, (cm)
i : sudut datang, (°)
r : sudut bias, (°)
t : pergeseran cahaya, (cm)

Berikut merupakan gambar dari Pembiasan Kaca Plan Paralel :